Text
Bintang anak Tuhan
Namun aku telah puas menangis kali ini, tangisan terakhir, air mata yang kujanjian keluar hanya sekali ini lagi. Setelah itu harus kujadikan batu air mata berdarahku ini. Sungguhpun, aku tetap memohon pertolongan, perlindungan& cintaMu untuk anak titipanMu.
Protes dan doa batin Hanum terlepas bak anak panah yang melesat, menancap pada sasarannya. Tuhan! Hanum Pratiwi dengan Bintang maharani gadis kecilnya, harus menerima garis menjadi laskar pesakitan penyakit yang mematikan, warisan sari mendiang Agung permana, suaminya. Kepedihan bayang-bayang kematian begitu lekat dipelupuk mata. namun ia harus tegar hidup dalam keterbatasan materi, kucilan masyarakat dan keluarga. Ia yakin sakitnya bisa disembuhkan! Ia & Bintang siap memeluk kepasrahan yang kini tengah merayap menuju kesempurnaan.Dengan kekuatan doa & cinta mereka menjalani hidup yang kini mulai membaik. Bintang adalah mataharinya yang harus selalu dia pijarkan hudupnya dengan chayaNYA.
Tidak tersedia versi lain