Text
Bulan Nararya
Aroma Mawar makin tajam tercium.
Aku menundukkan kepala , ggi gemelutukan. Rahang saling bersatu. Kedua kaki berdiri tanpa sendi, namun betis mengejang kaku. Berpegangan pada kusen pintu, perlahan tubuh melorot ke bawah, Ada sebaran kelopak mawar yang tercabik hingga serpihan, di depan pintu ruang kerja. sisa tangkai dan batang serbuk sari teronggok gundul, gepeng terinjak. Cairan. Cairan menggenang , berpola-pola
Tidak tersedia versi lain